Metode Granada : Menyalakan Api Pengetahuan di Sintang
Ini Perjalanan Material Pelatihan Granada dari Sekretariat IMQ Depok ke Sintang
Material Pelatihan seberat 318 kg berisi 200 set buku panduan Metoda Granada, 50 Kamus Induk Granada, 100 buku tambahan, 50 Al-Quran Akar Kata, 300 Mushaf Al-Qur’an , banner dan perlengkapan pendukung—dikemas dengan hati-hati di Sekretariat Yayasan IMQ, Depok. Setiap kardus diberi label khusus dan dibungkus plastik anti-air untuk mengantisipasi cuaca tak menentu selama perjalanan. Tim logistik Yayasan IMQ bekerja cepat, memastikan semua dokumen pengiriman, termasuk izin dan daftar barang, lengkap. “Ini bukan sekadar barang, tapi amanah BaznasRI untuk saudara kita di Sintang,” ujar Pak Fariyono, Ketua Yayasan, memantapkan niat tim.
Material Pelatihan diangkut menggunakan truk kontainer dari Depok menuju Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta. Perjalanan darat sejauh 40 km ini penuh tantangan: macet di tol Cikarang, hujan lebat, dan panas terik silih berganti. Sopir truk, Pak Joko, berbagi cerita, “Ini bukan pertama kali saya mengantar barang ke daerah terpencil. Tapi setiap kali, rasanya seperti mengantar misi kemanusiaan.” Setelah 6 jam, Material Pelatihan tiba di pelabuhan dan langsung dipindahkan ke gudang sementara untuk nantinya dipindahkan ke kapal tujuan Pontianak.
Kapal mengangkut Material Pelatihan akan melintasi Laut Jawa selama 3 hari 2 malam. Kardus-kardus tersebut ditempatkan di bagian kapal yang aman, diselimuti terpal, dijaga dari hembusan angin laut dan percikan air asin. “Kami harus memastikan Al Quran & buku-buku tidak lembap. Ini modal utama pelatihan, karena diperkirakan kapal akan dihadang gelombang 2 meter yang akan menguji kesabaran seluruh kru, semoga Allah melindungi kita semua” kata pak Tavip, GM Perusahaan Expedisi, yang telah berpengalaman membantu IMQ mengirim barang ke daerah Sintang Kalbar.
Setiba di Pelabuhan Pontianak, Material Pelatihan dipindahkan ke truk kargo, menyusuri 400 km jalan darat, berbukit, berliku, licin karena hujan deras. selama 2 hari 1 malam. Mendekati Sintang, material pelatihan dipindahkan ke perahu berukuran kecil yang mampu menyusuri Sungai Kapuas yang berarus deras. Material Pelatihan dibungkus terpal dan diikat kuat untuk menghindari kerusakan akibat percikan air sungai.
Setelah melewati desa-desa tepian sungai, Material Pelatihan akhirnya tiba di dermaga Sintang. Dipindahkan ke mobil box, menuju lokasi pelatihan Pondok Tahfidz Hisbah al Fatih Jl. YC Oevang Oeray Sintang, beberapa warga dan calon peserta pelatihan telah menunggu untuk membantu bongkar muat. “Alhamdulillah, barangnya utuh! Kami sudah tidak sabar untuk belajar,” ujar Ustad Dedi, koordinator lokal yang juga Duta IMQ Sintang. Material Pelatihan segera disimpan di gudang sementara sebelum dibagikan ke peserta pelatihan. Perjalanan 10 hari penuh perjuangan ini berakhir dengan senyum lega dan harapan baru
Perjalanan Material Pelatihan ini bukan hanya tentang mengirim buku, tapi tentang komitmen membawa cahaya Al-Quran ke pelosok negeri. Setiap lekuk Sungai Kapuas, setiap tetes keringat sopir truk, dan setiap gelombang yang dihadapi kapal, menjadi saksi bahwa ilmu tidak akan berhenti oleh jarak atau medan. “Jika Granada bisa sampai ke Sintang, maka pemahaman Al-Quran juga akan sampai ke hati masyarakat,” tutur Ustad Solihin, penemu Metoda Granada, dalam pesan singkatnya.