Rika berpoto di RS Mount Elisabeth Novena, Singapore yang berlatar photo masa kecilnya dan surat Ibunya. Yang dipasang di dinding RS sampai sekarang yang jadikan morivasi RS untuk semua

Kebahagiaan yang Bercampur Aduk

Hari ini aku berada di rumah sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura. Tujuannya untuk mengantar Rika cucu pertamaku, melaksanakan “mapping” alat bantu dengar implan koklea.

Rika terlahir tidak bisa mendengar. Pada usia 1 tahun dioperasi untuk menanam “chips”magnet ke dalam kepalanya. Dalam kelengkapan alat bantu dengar, ada alat “sound processor” yang berfungsi sebagai mikrofon. Berada diluar kepala dan digantung di daun telinga Rika. Nah, alat inilah yang secara berkala harus di”setting” agar selaras dengan kebutuhan mendengarnya.

Rika terakhir “mapping” pada Agustus 2019. Rencana berikutnya pada pertengahan tahun 2020, tapi batal karena pandemi melanda. Nyaris 3 (tiga) tahun tidak pernah ke Singapura.
Dampaknya, Rika mengeluh merasa kesulitan menangkap suara yang agak lembut.
Hal itu menimbulkan perasaan yang was-was bagi keluarga kami.

Alhamdulillah setelah lebih dari 1 jam, selesailah settingan alat dengan hasil yang sangat memuaskan. Mapping ini besar pengaruhnya pada kejernihan penangkapan suara.
“Audiologis” yang menangani Rika masih sama, sejak dia masih bayi.

Rika “shock” banget, hampir tidak percaya karena kembali bisa mendengar suara dengan jernih. Saat di test oleh “Audiologis” nya, ibunya berbicara lembut di sudut ruangan. Rika bisa mendengar dengan jelas. “Seperti mimpi, karena selama beberapa tahun terakhir ini, aku suka missed,” Katanya.

Hal lain yang membuat aku “surprised” ternyata pada salah satu dinding di klinik, foto Rika dan surat ibunya (putri sulungku) masih tergantung rapih. Surat yang ditulis 10 tahun yang lalu disaat Rika masih berusia 4 tahun. Surat cinta seorang ibu yang ditujukan kepada “anaknya yang istimewa.”
Alhamdulillah Rika masih dijadikan salah satu “role model” buat anak-anak lain yang mengalami gangguan pendengaran.

Saat ini Rika sudah berusia 14 tahun dan duduk dikelas 3 SMP. Rika tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri. Senang mempelajari apapun yang dia sukai.

melantunkan ayat suci al Quran di Masid An Nur, Pancoran , Jakarta Selatan

Membaca Al Quran tidak pernah luput dalam kesehariannya, dimanapun berada. Rika berusaha untuk menjadi seorang penghafal Al Quran.
Pernah ikut Lomba Hafiz Cilik RCTI pada tahun 2019. Saat ini giat belajar bahasa Arab, tahsin, Qiroat dan menterjemah Al Quran metode Granada.

Berbagai hobby dia nikmati, mulai dari membaca, menulis, coding sampai badan dan menunggang kuda, badminton.

Doaku, semoga Rika tumbuh menjadi seorang perempuan sholeha yang sehat dan cerdas yang bermanfaat bagi sesama.

Singapore, 14 Juni 2022
Eva Bustan

 

 

 

 

 

 

 

Assalamu'alaikum, berikut beberapa layanan kami untuk bersama-sama dalam gerakan #IndonesiaMenerjemahAlQuran
//
MARYAM
Klik disini kemudian tulis "Menu"
Chat Otomatis !